Menang di Etape Empat, Pembalap VC Fukuoka Jepang, Benjami Reverte Prades Juara TdBI 2025
Kejutan terjadi di etape terakhir Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025, Kamis, 31 Juli 2025. Pada etape pamungkas ini, Pembalap VC Fukuoka Jepang, Benjami Reverte Prades berhasil finis di urutan pertama dengan catatan waktu 4 jam 9 meit 42 detik. Dengan kemenangan ini, Prades meraih Ijen Sulfur Jersey (Yellkow Jersey) sekaligusmembawanya menjadi juara pada TdBI 2025.
Dia berhasil menyingkirkan pembalap asal Belanda Jeroen Meijers dari Victoria Sports Pro Cyling yang sudah tiga etape berturut-turut mengamankan Ijen Sulfur Jersey. Namun Jeroen Meijers berhasil mempertahankan Blue Fire Jersey (Green Jersey) sebagai best sprinter.
Pembalap asal Spanyol ini menjadi yang tercepat Etape Empat. Pada posisi kedua dan ketiga masing-masing diraih Adne Van Engelen dari Terengganu Cycling Team Malaysia, dan Nicolo Pettiti dari Swatt Club Italia.
Benjamin pertama kali mengikuti TdBI mulai 2014. Ini merupakan keenam kalinya dia mengikuti balap sepeda yang masuk agenda resmi UCI ini. TdBI pertama kali digelar pada 2012. Sempat terhenti tiga tahun karena pandemi Covid-19 pada 2020 dan kembali digelar pada 2024.Β
"Ini enam kalinya saya ikut. Saya pernah meraih finis di posisi dua dan tiga, tapi belum pernah juara sebelumnya. Saya bahagia karena balapan ini luar biasa. Ini salah satu balapan favorit saya," jelasnya.
Benjamin mengaku dirinya bukanlah pembalap climber. Oleh karena itu dirinya sangat senang bisa memenangkan etape terakhir sekaligus menjadi juara TdBI. Setelah kemenangan ini, dirinya bahkan berpikir ulang untuk pensiun.
"Saya pikir tidak akan pernah menang di sini. Karena lintasannya cocok untuk climber sejati. Sementara saya bukan. Saya hanya lakukan terbaik untuk menang," terangnya.
TdBI tahun ini, menurutnya, berbeda dengan penyelanggaraan sebelumnya. Rute yang dilintasi lebih bervariasi dan menantang.
βDitambah hujan, membuat balapan menjadi lebih sulit," katanya.Β
Polkadot Jersey masih kukuh menjadi milik Nicolo Pettiti, Pembalap Swatt Club Italia. Dia sudah mengamankan jersey ini sejak dilombakan pada etape kedua. Dia mengaku rute etape empat sangat berat.
"Tanjakannya sangat berat dan panjang. Bahkan ada lintasan sepanjang satu kilometer dengan kemiringan lebih dari 20 persen. Saya tidak tahu apakah ada tanjakan lain seperti di sini," katanya.
Diapun berharap bisa kembali mengikuti balap sepeda TdBI tahun depan. Pemilik gelar raja tanjakan ini sangat senang dan menikmati balapan di Banyuwangi.
βSaya suka tempat ini, saya suka orang-orangnya. Ini pengalaman terbaik hidup saya. Saya tidak akan melupakan momen ini," ungkapnya.
Untuk Banyuwangi Reborn Jersey (Red Jersey) tetap menjadi pembalap Muhammad Syelhan Nurahmat, dari ASC Monster Indonesia.
βAlhamdulillah berhasil bisa mempertahankan sampai etape terakhir,β ujarnya.
TdBI 2025 menempuh jarak 593 km yang terbagi menjadi empat etape. Etape pertama start di Pasar Pesanggaran finis di Kantor Pemkab Banyuwangi. Etape kedua start di Taman Nasional Alas Purwo dan finis di Kantor Pemkab Banyuwangi. Etape tiga start di RTH Glenmor finis di Kantor Pemkab Banyuwangi dan Etape terakhir start di RTH Genteng finis di Pal Tuding, Ijen.
Advertisement