Menteri Keuangan Purbaya Tegaskan Harga BBM Bersubsidi Tidak Akan Naik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto melarangmenaikkan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, keputusan tersebut ditempuh agar tidak membebani masyarakat. Dengan demikian, momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
"Kementerian Keuangan telah mengantisipasi pergerakan harga minyak dunia. Menkeu meyakini bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga dan akan mampu meredam gejolak harga energi dunia," ujar Purbaya dalam keterangan resminya dikutip Rabu 8 April 2026.
Seperti yang diketahui, pemerintah menegaskan bahwa atas instruksi Presiden harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan ada kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Maka dari itu, Purbaya mengimbau untuk masyarakat agar tetap tenang dan tidak terlalu mengkhawatirkan gejolak harga energi dunia sebagai imbas perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
"Kita masih punya pertahanan berlapis, jadi teman-teman nggak usah takut, masyarakat nggak usah takut, kan saya masih memastikan uangnya ada," ujarnya.
Harga Minyak Dunia Makin Panas
Harga minyak dunia menguat pada Selasa 7 April 2026 menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur vital.
Melansir Reuters, harga minyak Brent naik US$1,39 atau 1,27% menjadi US$111,16 per barel, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melonjak US$3,58 atau 3,18% ke level US$116 per barel, mendekati level tertinggi dalam empat pekan.
Dalam kondisi normal, WTI biasanya diperdagangkan di bawah Brent. Namun kondisi tersebut kini berbalik, mencerminkan tingginya permintaan pasokan jangka pendek di tengah ketatnya suplai global.
βPerubahan ini mencerminkan bagaimana pasar sangat menghargai ketersediaan pasokan dalam waktu dekat,β kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.
Trump memberikan batas waktu hingga pukul 20.00 waktu Washington bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan minyak global.
Sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup jalur tersebut.
Jika tidak dipatuhi, Trump mengancam akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik di Iran, yang berpotensi memicu eskalasi besar dalam konflik.
Sementara itu, serangan terhadap Iran dilaporkan meningkat pada Selasa, menargetkan jembatan, bandara, fasilitas petrokimia, dan jaringan listrik, menurut media Iran.
Advertisement