Hingga Mei 2026, Serapan Gabah Petani di Bulog Bondowoso Lampaui Target
Perum Bulog Cabang Bondowoso berhasil menyerap gabah petani mencapai 66 ribu ton setara beras hingga pertengahan Mei 2026.
Penyerapan gabah petani ini mencapai 101 persen dari target program serap gabah (setgab) 2026 sebanyak 65.669 ton setara beras yang ditetapkan pemerintah kepada Bulog Bondowoso.
Pimpinan Cabang Bulog Bondowoso, Eko Yudi Miranto, mengatakan, capaian penyerapan gabah petani mencapai 66 ribu ton setara beras atau 101 persen dari target 65.669 ton setara beras hingga pertengahan Mei 2026 di luar ekspetasi.
Karena, target serapan gabah petani sebanyak 65.669 ton setara beras ditetapkan pemerintah kepada Bulog Bondowoso ini selama 2026.
"Capaian serapan gabah petani 2026 oleh Bulog Bondowoso telah melampaui target. Ini menjadi indikator positif terhadap stabilitas serapan gabah petani di wilayah kerja Bulog Bondowoso, yakni Bondowoso dan Situbondo," kata Eko Yudi, Sabtu 23 Mei 2026.
Serapan gabah petani tersebut, lanjut dia, Bulog Bondowoso memanfaatkan fasilitas yang tiga gudang penyimpanan di Bondowoso dan Situbondo. Yakni gudang Kembang di Bondowoso serta gudang Klatakan dan Arjasa di Situbondo.
"Pada tahun ini (2026), gudang Kembang Bondowoso ditarget menyimpan serapan gabah petani sebanyak 38.132 ton setara beras. Sedangkan, gudang Klatakan dan Arjasa di Situbondo ditarget menyimpan serapan gabah petani sebanyak 27.537 ton setara beras,' ujarnya.
Eko Yudi menambahkan, penyerapan gabah petani dilakukan Bulog Bondowoso sesuai ketentuan pemerintah. Bulog membeli gabah kering panen (GKP) dari petani sebesar Rp 6.500 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Selain itu, penyerapan gabah petani secara merata di seluruh Bondowoso dan Situbondo tanpa memprioritaskan kecamatan tertentu.
"Begitu mendapat informasi masa panen padi dari penyuluh pertanian, jurnalis pertanian, hingga Babinsa Koramil, Bulog Bondowoso turun ke lapangan melakukan pembelian gabah petani sesuai ketentuan," tambahnya.
Kendati penyerapan gabah petani telah melampaui target, menurut Eko Yudi, peluang tambahan penyerapan gabah petani oleh Bulog Bondowoso masih terbuka.
Karena, data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso maupun Situbondo menyebutkan panen padi masih berlangsung Juni hingga Oktober 2026.
Advertisement