Fenomena Langka, Api Abadi Mrapen di Grobogan Padam Sejak Awal Januari 2026
Api Abadi Mrapen yang berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan padam sejak awal Januari 2026. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa padamnya api abadi tersebut tidak bersifat permanen.
Pemprov Jateng saat ini telah menyiapkan penanganan teknis berupa treatment khusus pada sumber gas Api Abadi Mrapen yang diduga tersumbat lumpur. Upaya tersebut ditargetkan mampu mengembalikan nyala api agar kembali normal dalam waktu sekitar satu pekan.
Gangguan pada Api Abadi Mrapen mulai terdeteksi sejak 29 Desember 2025. Api yang selama ini dikenal menyala stabil mulai terlihat mengecil dan tidak normal. Saat dilakukan pengecekan lapangan menggunakan pipa pralon sisa sepanjang 10 meter, petugas justru mendapati air keluar dari lubang api, bukan gas.
Pada malam 31 Desember 2025, api masih sempat terlihat menyala meski dengan intensitas kecil. Namun sehari kemudian, tepatnya 1 Januari 2026, Api Abadi Mrapen benar-benar padam dan tidak dapat dinyalakan kembali meskipun sudah dipancing menggunakan korek api.
Selain itu, dari lubang api tercium bau menyengat menyerupai telur busuk, meski kondisi lubang justru dipenuhi air. Dalam beberapa kesempatan pengecekan, api sempat menyala dengan intensitas sangat kecil, namun hanya bertahan maksimal sekitar dua jam sebelum kembali padam.
Sementara itu, sebuah video singkat yang beredar di media sosial TikTok memperlihatkan kondisi Api Abadi Mrapen dalam keadaan padam. Di lokasi wisata tersebut bahkan terpasang papan bertuliskan โMaaf, api sedang dalam perbaikanโ. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok bernama Inlita_ dan mendapat perhatian luas dari warganet.
Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Dwi Suryono, menegaskan bahwa secara ilmiah kandungan gas Api Abadi Mrapen masih melimpah. Menurutnya, padamnya api bukan disebabkan habisnya gas, melainkan tersumbatnya jalur aliran gas oleh lumpur.
โGas itu butuh celah untuk mengalir ke sumbernya. Sekarang posisinya tersumbat oleh lumpur. Maka harus di-treatment agar gasnya bisa normal kembali,โ jelasnya dikutip radarkudus, Selasa 3 Februari 2026.
Treatment yang akan dilakukan berupa proses flashing atau pembersihan pada sumber gas. Lumpur yang menyumbat jalur aliran gas akan dibersihkan agar gas dapat kembali mengalir ke permukaan. Yaitu, sumbernya akan dibersihkan kembali agar lumpur yang tersumbat bisa terangkat dan gasnya bisa mengalir lagi.
Sebagai catatan pada tahun 2021, sekitar kawasan Api Abadi Mrapen ada aktivitas pengeboran sumur yang diduga menyebabkan kebocoran gas dan memengaruhi sistem aliran bawah tanah.
Selain untuk Kawasan pariwisata Api Abadi Mrapen yang berlokasi di jalur utama PurwodadiโSemarang, digunakan untuk pelbagai kegiatan. Di antaranya digunakan sumber penyalaan obor dalam ajang Pekan Olahraga Nasional maupun internasional, serta sebagai Api Dharma pada Upacara Hari Raya Tri Suci Waisak.
Advertisement