Antisipasi Dampak Perang, Pemprov Jatim Bakal Lakukan Efisiensi Anggaran
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginstruksikan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai bersiap menghadapi kemungkinan dampak buruk dari perang berkepanjangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Hal tersebut disampaikan Khofifah mengingat Presiden Prabowo Subianto telah memberi warning adanya kemungkinan dampak ekonomi yang terjadi. Salah satunya adalah harga minyak per kemarin, Senin, 16 Maret 2026, berada di angka US$ 105 per barel.
Ia menyebut, Pemprov Jatim sudah harus bersiap dan waspada menghadapi dampak berkepanjangan mengingat kapan perang akan selesai tidak bisa diprediksi. Khususnya, agar tidak memberi dampak signifikan yang dapat menambah kemiskinan ekstrem di Jatim.
βJangan ada penambahan kemiskinan ekstrem. Lalu yang miskin desil 1, dasil 2 juga kita harus melakukan intervensi secara lebih komprehensif,β ujar Khofifah usai apel pagi jelang libur lebaran di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Selasa, 17 Maret 2026.
Oleh karena itu, ia menyebut perlu ada penyesuaian anggaran untuk melakukan efisiensi. Beberapa opsi yang disiapkan, misalnya pengaturan jam kerja, format kerja apakah bekerja secara offline dari kantor maupun secara online dari rumah.
Namun ia mengatakan, apabila bekerja secara online tidak boleh dianggap libur dan tidak boleh dianggap cuti. Sehingga, para ASN harus tetap menjaga produktifitas.
βYang akan melakukan proses simulasi saya mohon Pak Wagub memimpin dan nanti kepala-kepala OPD titik-titik mana yang sebetulnya tetap harus masuk full. Misalnya layanan kesehatan, misalnya layanan pendidikan,β kata mantan Mensos RI itu.
βJadi format seperti apa yang bisa kita maksimalkan untuk bisa mengurangi penggunaan energi dan tentu bisa hemat dari budget yang harus kita lakukan efisiensi termasuk di dalamnya adalah konversi ke solar panel,β imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menambahkan, kondisi di Jatim selama dua pekan berlangsungnya perang di Timur Tengah masih dalam situasi yang cukup kondusif. Namun, ia menyebut perlu ada kewaspadaan mengingat potensi dampak akibat konflik berkepanjangan.
Namun, ia dan tim masih akan memetakan efisiensi seperti apa yang bisa dilakukan untuk menjaga stabilitas di Jatim. Salah satunya terkait penggunaan BBM karena saat ini harga minya telah tembus US$105 per barel.
βApakah kita melakukan belanja BBM secara langsung maupun tidak langsung, dan bagaimana kemudian pola kerja kita ini bisa dikaitkan dengan tingkat konsumsi BBM. Tujuannya untuk berkontribusi pada upaya pemerintah mengurangi volume dari BBM yang dibutuhkan. kemudian juga bahwasanya apabila terjadi penyesuaian harga karena dampak maka akan dibutuhkan rekonfigurasi angka negara itu sendiri,β ujarnya.
Advertisement